Shortlink

Penjualan Pakaian Impor di Daerah Tetap Marak

Kementrian perdagangan telah mengeluarkan larangan penjualan pakaian impor bekas dikarenakan pakaian impor beras diduga mengandung bakteri, namun penjualan pakaian impor bekas di beberapa kota masih marak. Para pedagang mengatakan bahwa mereka akan tetap menjual barang bekas tersebut karena masih sangat banyak peminat akan barang-barang tersebut.

Sebagai contoh kasusnya, ada lima pedagang pakaian bekas impor yang tengah memajang pakaian bekas impor. Sedikitnya ditemukan dua dua pedagang pakaian impor bekas dengan ribuan pakaian dijual di wilayah kabupaten Tegal.


pakaianbekasimporsen3

Sri Widyawati (35) pedagang pakaian bekas impor di jalan raya Tegal-Purwokrto, kabupaten Tegal mengatakan bahwa meskipun ada larangan untuk menjual pakaian impor bekas, kiosnya tetap ramai dikunjungi oleh pembeli. Sangat jelas berarti peminat pakaian bekas impor masih tinggi peminatnya. Dan dalam sehari, dia mampu menjual 50 potong pakaian bekas atas berbagai jenis seperti kemeja, celana , dan jaket.  “saya sudah berjualan selama tujuh tahun” ujarnya.

Pakaian yang dijual Sri berasal dari Taiwan dan Tiongkok, namun ia tidak langsung mengimpornya, tetapi membeli dari salah satu pengimpor di Bandung, Jawa Barat. Setiap bulan, Sri mendatagkan pakaian bekas dari Bandung yang ia beli dalam bentuk kiloan. Kemudian ia jual pakaian-pakaian tersebut dalam kisaran harga 100.000 – 150.000 rupiah per potongnya.

Ketua umum asosiasi pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat mengatakan bahwa peredaran pakaian impor bekas tiap tahun semakin banyak. Pakaian-pakaian bekas tersebut tidak hanya beredar dipasar-pasar saja, tetapi juga di sekitar pemukiman-pemukiman penduduk.

kotajogja-Baju-awul-awul13062012094645

Hal tersebut tentu menyebabkan pertumbuhan industri kecil menengah garmen menjadi terhambat.  Pada tahun 2014, industri kecil menengah garmen atau pakaian di Indonesia berjumlah sekitar 5 juta atau hanya 8 persen dari sebelumnya. “padahal seharusnya pertumbuhan bisa mencapai 20 persen. Peredaran dan perdagangan pakaian bekas impor telah mengurangi pasar IKM sehingga pemasukan penghasilan dari sektor IKM iu hilang sekitar 10 triliun per tahun “ katanya.

By : dwi’13

activate javascript

HMPE UNY

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNY adalah sebuah organisasi mahasiswa yang menaungi dan menjembatani berbagai kegiatan non-akademik bagi mahasiswa pendidikan ekonomi pada khususnya dan bagi seluruh mahasiswa pada umumnya.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle Plus

Shortlink

Resume Kegiatan Pelatihan Media Pembelajaran (PMP) tahun 2014

Kegiatan Pelatihan Media Pembelajaran (PMP) merupakan program kerja Bidang Media HMPE sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berwujud pelatihan kepada guru SMA/SMK/MA sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Berjalan selama tiga tahun, pada tahun 2014 ini PMP tampil kembali dengan tema “Training Media Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Berbasis Lectora Dalam Rangka Meningkatkan Profesionalisme Guru.” Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan mengajar guru dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inofatif menggunakan sebuah program komputer yaitu lectora.

Pelatihan Media Pembelajaran 2014 dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2014, bertempat di Aula Fakultas Ekonomi UNY. PMP 2014 diisi oleh dua orang pemateri, yaitu Tejo Nurseto, M.Pd. dan Didik Hariyanto, M.T. Tercatat sebanyak 60 peserta yang terdiri dari, 50 orang guru dan 10 mahasiswa, mengikuti acara PMP ini.

Dibuka pada pukul 08.30 oleh MC dan teruskan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara kemudian diisi oleh sambutan dari Ketua Panitia dan Bapak Supriyanto, selaku wakil dari Ketua Jurusan.

Pukul 09.00 acara memasuki sesi materi pertama yang dibersamai oleh Tejo Nurseto, M.Pd yang menyampaikan materi tentang pentingnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan sangat antusias mendengarkan meteri dari Bapak Tejo dan aktif dalam menanggapi materi yang disampaikan.

Sesi materi pertama selesai pukul 11.00 dan langsung dilanjutkan oleh materi kedua oleh Didik Hariyanto MT setelah istirahat. Dalam materi kedua ini Pak Didik menyampaikan pelatihan tentang penggunaan program lectora sebagai media pendukung pembelajaran dalam proses belajar. Para peserta mengikuti setiap langkah yang dicontohkan dengan khidmat.

Sebenarnya dari pemateri maupun peserta merasa masih ingin meneruskan pelatihan tentang program lectora, namun karena terkendala waktu yang telah habis, materi pun diakhiri sekitar pukul 13.40. Setelah pemberian kenang-kenangan, acara ditutup pada pukul 14.00 oleh MC.

Testimoni dari peserta :

– Acaranya sangat menarik dan bermanfaat. Hanya saja waktu untuk pelatihan dirasa masih kurang lama.

HMPE UNY

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNY adalah sebuah organisasi mahasiswa yang menaungi dan menjembatani berbagai kegiatan non-akademik bagi mahasiswa pendidikan ekonomi pada khususnya dan bagi seluruh mahasiswa pada umumnya.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle Plus

Shortlink

PMP (Pelatihan Media Pembelajaran)

SEGERA dari HMPE
 
Pelatihan Media Pembelajaran :
Training Media Pembelajaran Kreatif dan Inovatif berbasis Lectora dalam Rangka Meningkatkan Profesionalisme Guru
Pembicara :
Tejo Nurseto (Master Trainer Edutaiment)
Didik Hariyanto, MT (Dosen Fakultas Teknik UNY)

Sabtu, 24 Mei 2014. 08.00-selesai. Aula Fakultas Ekonomi UNY.
HTM 
Guru/Dosen : Rp 40.000.
Mahasiswa : Rp 30.000

Fasilitas :
Seminar kit, sertifikat, snack, coffe break, lunch, ilmu, dll.

Pendaftaran:
(via sms) format : nama_profesi_asal instansi
085228210239 (Azka)
08174124004 (Lita)

transfer :
a.n. dian zughlul arifah 0251-01-007451-53-8 (BRI)
aan munandhar 0034-01-61-002051-3 (BTN)

 

 

Satu Rasa, Kreasikan Karya

HMPE UNY

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNY adalah sebuah organisasi mahasiswa yang menaungi dan menjembatani berbagai kegiatan non-akademik bagi mahasiswa pendidikan ekonomi pada khususnya dan bagi seluruh mahasiswa pada umumnya.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle Plus